Korea Utara adalah Negara Teroris yang Abnormal

Korea Utara adalah Negara Teroris yang Abnormal

Sejak akhir Mei lalu Korea Utara telah mengirimkan lebih dari 2.000 balon sampah ke wilayah Korea Selatan. Perbuatan Korea Utara, menurut peneliti dari Institut Korea Utara Park Yoo-sung  membuktikan bahwa Korea Utara adalah negara abnormal dan negara teroris yang mengancam komunitas internasional.

“Sungguh mengejutkan bahwa Korea Utara adalah negara yang diakui dunia dan bergabung dengan PBB pada tahun 1991. Serangan balon sampah yang dilakukan Korea Utara hanya dapat digambarkan sebagai pengakuan bahwa negara tersebut telah meninggalkan status kenegaraannya dan mengakui dirinya sebagai negara yang tidak normal,” ujarnya.

Dia mengatakan, harapan warga Korea Utara mendapatkan kehidupan yang lebih baik di bawah rezim Kim Jong Un tidak terbukti. Sebaliknya, malah bertambah buruk dan rakyat menjadi sasaran kontrol yang lebih besar. Selain itu, sejak pandemi, hak asasi manusia di Korea Utara semakin ditekan dan perekonomian terus memburuk.

Provokasi balon limbah Korea Utara, ujar Park lagi, tidak hanya bersifat kasar dan fanatik, namun juga merupakan tindakan terorisme serius yang mengancam warga negara dan orang asing. Balon sampah Korea Utara telah merusak kendaraan warga, jendela dan atap rumah, bahkan menimbulkan kebakaran akibat detonator yang tidak berfungsi.

Hal ini menyebabkan kerusakan properti yang serius dan menciptakan situasi yang memusingkan yang dapat mengakibatkan korban jiwa, selain mengganggu lepas landas dan pendaratan pesawat di Bandara Internasional Incheon pada dini hari tanggal 26 Juni.

Bandara Internasional Incheon menjelaskan pihaknya mengendalikan lepas landas dan pendaratan karena adanya kemungkinan terjadinya kecelakaan jika benda asing tersedot ke dalam mesin pesawat yang sedang terbang.

Artinya, balon sampah Korea Utara dapat menyebabkan kecelakaan besar pada penerbangan domestik dan internasional.

Terorisme Serius

Pada bagian lain, Park Yoo-sung mengatakan bahwa provokasi Korea Utara dengan balon-balon tersebut adalah aksi terorisme serius yang mengancam kehidupan dan keselamatan semua orang, baik warga Korea Selatan maupun warga asing.

“Permasalahan ini merupakan tantangan serius bagi komunitas internasional, termasuk keamanan Semenanjung Korea, karena ada kemungkinan Korea Utara akan melakukan aksi teroris di masa depan dengan menggunakan bahan biologis dan kimia, bukan sampah,” ujarnya.

Baru-baru ini Kementerian Unifikasi Korea Selatan merilis hasil analisisnya terhadap balon sampah Korea Utara. Di dalam laporan itu  ditemukan sejumlah besar parasit, termasuk cacing gelang, cacing cambuk, dan cacing cambuk, di dalam tanah yang terkandung dalam limbah.

“Gen manusia juga ditemukan di dalam tanah, menunjukkan bahwa parasitnya berasal dari makanan manusia,” sambungnya.

Parasit ini umum ditemukan di negara-negara terbelakang dimana masyarakatnya menggunakan pupuk buatan manusia dibandingkan pupuk kimia dan dimana kondisi kehidupan tidak sehat. Analisis terhadap isi balon juga mengungkap kondisi kehidupan yang buruk di Korea Utara. Balon tersebut berisi kaos kaki yang sudah dipakai berkali-kali, sarung tangan kain, masker kain, kaos kain, celana bayi berlubang, dan kaos kaki.

Hal ini merupakan pengingat akan kondisi kehidupan yang mengerikan di Korea Utara yang coba ditutupi oleh rezim tersebut. Pakaian dan kaus kaki anak-anak sudah sangat usang.

Meskipun Korea Utara menghabiskan sumber dayanya untuk pengembangan nuklir dan rudal, masyarakatnya hidup dalam kemiskinan dan melanggar hak asasi manusia karena tidak menjaga kebersihan dan tidak mengenakan pakaian yang layak.

Terakhir Park  yang juga seorang defector dari Korea Utara mengatakan bahwa provokasi yang dilakukan Korea Utara bukan hanya urusan Korea Selatan, namun juga komunitas internasional.

Karena itu, komunitas internasional harus mengutuk provokasi Korea Utara dari sudut pandang hukum dan etika internasional dan meminta pertanggungjawaban rezim Kim Jong Un.

Share

Seoul

Comments

Other Posts